Agus Purbathin Hadi
dan Sintesis Hasil Penelitian
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 1 komentar
Diposting oleh Admin 1 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Bandara Internasional Rambang zaman Pemerintahan Hindia Belanda. 1934 Rambang yang terletak di Kecamatan Sakra Timur Kabupaten Lombok Timur pernah menjadi Bandara Internasional, dimana Pemerintahan Hindia Belanda menggunakannya sebagai terminal penerbangan di zamannya. Fenomena ini setidaknya menunjukkan bahwa BIL bukanlah fenomena atau hal baru di NTB. (diet)
Diposting oleh Admin 1 komentar
Ampenan 1924. Menjadikan NTB Gumi sejuta sapi bukanlah hal baru, sejak sebelum kemerdekaan RI, Pemerintah Hindai Belanda telah melakukan hal tersebut. Foto sebalah kiri menunjukkan bagimana aktivitas Pemerintahan Hindia Belanda sejak tahun 1924 melakukan ekspor sapi di pelabuhan Ampenan Mataram.
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 1 komentar
Misi ADB ke Kabupaten Lombok Timur terdiri dari Dr. Sununtar (Mission Leader/Project Economist ADB) dan Mrs. Dytas. Kedatangan Misi ADB didampingi oleh Dr. E. Eko Ananto dan Arif Surachman, S.Pi, M.Sc (PCMU), Dr. Chong K.C dan Dr. Prabowo (Consultant). Kunjungan hanya berlangsung satu hari pada tanggal 28 Maret 2009.
Pada hari Sabtu, 28 Maret 2009, jam 07.30 rombongan berangkat dari Mataram ke Lombok Timur. Kunjungan pertama ke Setelah itu Misi ADB mengadakan pertemuan di Kantor Bappeda Lombok Timur dengan Pemkab Lombok Timur, PIU, BPTP, Konsultan (DLO dan DME), dan LSM. Pada pertemuan tersebut, Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur memaparkan hasil pelaksanaan P4MI sampai Maret 2009 dan rencana exit strategy yang akan dilaksanakan Pemerintah Daerah.
Setelah pertemuan di Kabupaten, Misi ABD melakukan kunjungan ke desa-desa : Peneda Gandor, Lendang Nangka, Montong Betok, Perian dan Jenggik Utara. Satu desa yang sudah disiapkan, yaitu Desa Rarang, tidak dapat dikunjungi karena hujan.
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar
Twinning cattle atau sapi lahir kembar merupakan salah satu program unggulan dan sekaligus merupakan terobosan dari Badan Litbang Pertanian berpartisipasi dalam upaya mengatasi kekurangan pasokan daging dan memperbaiki kondisi ketahanan pangan nasional sehingga pada waktunya nanti swasembada daging dapat terwujud. Secara alamiah peristiwa kelahiran kembar sangat jarang terjadi sehingga memunculkan berbagai komentar yang cenderung skeptis terhadap peluang pemanfaatan tehnologi kelahiran kembar sebagai upaya terobosan untuk meningkatkan produksi sapi dan daging nasional. Tulisan ini akan menguraikan secara singkat fenomena kelahiran kembar dan peluang peningkatan frekuensi kelahiran kembar pada sapi betina produktif pembawa sifat kembar sehingga teknologi kelahiran kembar dapat dipertimbangkan menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan produksi daging nasional.
Sumber : http://ntb.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=195&Itemid=1
Diposting oleh Admin 0 komentar
Diposting oleh Admin 0 komentar