ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI PADA KELOMPOK WANITA TANI MEKARSARI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR
Oleh :
Agus Purbathin Hadi
Pembangunan pertanian di Indonesia sampai saat ini masih menggunakan pendekatan kelompok dalam penyelenggaraan proses komunikasi pembangunan. Meskipun banyak ditemukan kelemahan dalam proses penumbuhan dan pengembangan kelompok tani, pendekatan kelompok ini masih perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena melalui pendekatan ini penyebaran inovasi teknologi pertanian diharapkan lebih cepat, terarah dan terencana.Kelompok-kelompok tani ini dapat dikembangkan tidak hanya sekedar sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, yaitu bagaimana mengembangkan kelompok menjadi sistem sosial yang dinamis, yang dengan kekuatannya sendiri dapat mencapai perkembangan, kemajuan diri, dan peningkatan kehidupan mereka.
Sebagai suatu kelompok kecil, dalam kelompok tani terjadi proses komunikasi antar individu anggota kelompok, dan terjadilah proses pertukaran pesan yang bersifat dyadic. Penelitian difusi menemukan bahwa orang-orang sering berkomunikasi dengan orang-orang lain yang memiliki karakteristik yang serupa. Hubungan komunikasi antar individu ini akan menghasilkan terbentuknya jaringan komunikasi dalam suatu kelompok. Jaringan komunikasi adalah penggambaran “how say to whom” (siapa berbicara kepada siapa) dalam suatu sistem sosial. Jaringan komunikasi menggambarkan komunikasi interpersonal, dimana terdapat pemuka-pemuka opini dan pengikut yang saling memiliki hubungan komunikasi pada suatu topik tertentu. Pemuka opini adalahorang yang mempengaruhi orang-orang lain secara teratur pada isu-isu tertentu. (Selengkapnya DOWNLOAD)
RADIO KOMUNITAS SEBAGAI MEDIA PENYIARAN ALTERNATIF UNTUK PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT PERDESAAN
THE COMMUNITY RADIO ASAN ALTERNATIVE BROADCAST MEDIA
FOR RURAL COMMUNITY EMPOWERMENT
Oleh :
Agus Purbathin Hadi
Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian
Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Abstrak
Lembaga penyiaran publik dan lembaga penyiaran swasta komersial kurang memberi perhatian terhadap kebutuhan komunikasi, informasi, pendidikan dan hiburan masyarakat perdesaan. Kegiatan penyuluhan pertanian yang selama ini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat perdesaan saat ini juga kurang memberi dukungan kepada kebutuhan petani dan peranserta masyarakat. Lembaga penyiaran radio komunitas diharapkan dapat menjadi media penyiaran alternatif untuk pemberdayaan masyarakat perdesaan. Tulisan ini mencoba mengkaji berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan siaran radio komunitas.
Abstract
Public broadcast and commercial private Institution give less attention to communication needs, information, education and entertainment for rural community. Up till now,, due to agriculture extension activities which as a place for rural community empowerment still lack of support to the farmer needs andcommunity participation. The community radio broadcast Institution is expected to become alternative broadcast media for rural community empowerment. This writing tries toanalyze all aspectsthat related to the community radio broadcast managing. Download Article
PEMANFAATAN KELEMBAGAAN PONDOK PESAN- TREN BAGI PENYULUHAN PERTANIAN DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS
Oleh : Ir. Agus Purbathin Hadi, M.Si
Memperhatikan keadaan dan perubahan pembangunan pertanian dan perdesaan dewasa ini beserta tantangan-tantangan yang ada, sangat perlu dipersiapkan strategi pendidikan masyarakat perdesaan yang efektif dalam menunjang pembangunan. Hal ini mengingat kegiatan pendidikan melalui penyelenggaraan penyuluhan pembangunan, terutama penyuluhan pertanian, belum dapat memenuhi aspirasi dan kepentingan masyarakat sasaran. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa keadaan penyuluhan pertanian di Indonesia sampai pertengahan tahun 1990-an kurang memberi dukungan kepada kebutuhan petani-nelayan, penerapan prinsip-prinsip agribisnis, sumberdaya, keterpaduan antar lembaga, otonomi daerah dan peranserta masyarakat. Kesimpulan Tim Pengkajian Jibatani setelah melakukan penelitian di delapan propinsi menunjukkan bahwa kinerja rata-rata penyuluh pertanian sangat rendah (Harun, 1996). Kesimpulan ini didukung oleh hasil penelitian Osemasan (1994) yang menemukan bahwa tingkat pelaksanaan tugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Lombok Barat belum maksimal, antara lain karena adanya kendala jumlah petani binaan yang terlalu banyak, medan yang sulit dijangkau, kurangnya uang bimbingan, dan banyaknya tugas-tugas tambahan PPL. Dua studi berikutnya, yaitu oleh Hasta Cakra dan Tim Studi Bank Dunia menyimpulan terjadi penurunan kualitas pengelolaan, penyelenggaraan, serta monitoring dan evaluasi penyuluhan pertanian. Penyuluhan pertanian dinilai telah mengalami degradasi dan seolah lumpuh, tidak efektif dan tidak fleksibel (Harun, 1996). (click Downloaduntuk selengkapnya)
PENGEMBANGAN HUBUNGAN MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI MENGHADAPI ERA GLOBALISASI DAN
OTONOMI PERGURUAN TINGGI
(Tinjauan di Universitas Mataram)
DEVELOPMENT OF PUBLIC RELATIONS AT UNIVERSITY DUE TO GLOBALIZATION ERA AND UNIVERSITY OUTONOMY
(Case Study at Mataram University)
Oleh :
Agus Purbathin Hadi
Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP)
Fakultas Pertanian Universitas Mataram
ABSTRAK
Berkaitan dengan otonomi perguruan tinggi dan menghadapi era globalisasi, Hubungan Masyarakat di perguruan tinggi memegang peran penting dalam menjalin komunikasi antara perguruan tinggi dengan publik.Tulisan ini meninjau pelaksanaan kegiatan Humas di Universitas Mataram, dan memberikan alternatif pengembangan Humas. Dari kondisi Humas di Universitas Mataram, dapat disimpulkan bahwa Humas belum sepenuhnya melaksanakan fungsinya, karena belum didayagunakan untuk menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi. Kecilnya peran Humas dalam kegiatan komunikasi publik antara lain disebabkan kedudukan Humas hanyalah sebuah sub bagian di bawah Biro Administrasi Umum, sehingga ruang gerak Humas sangat terbatas dalam melakukan komunikasi publik. Untuk itu, dalam upaya pengembangan Humas menghadapi otonomi dan globalisasi disarankan untuk memberikan peran yang lebih besar kepada Humas dengan melakukan langkah pengembangan Humas yang sistematis dan terpadu dalam pola ROPE baik dalam model dan cara penanganannya maupun program yang dikembangkan.
ABSTRACT
Due to university autonomy and globalization era, public relation at university has an essential role in communication relation between public and university. The article tries to analyze public relation activity at Mataram University and it tries to give an alternative on public relations development. Based on public relations condition at Mataram university, it can be concluded that the public relations still not fully excursion on function and its characters. It is caused by: first, they are not empowered to support in management activity to reach the goal. Second, the public relation just as a part of Public Administration Bureau, so that it has a limit function on implenting a public relations. Therefore, in order to develop public relations on facing autonomy and globalization, suggested to give more chance to public relations, It can be increased by systematic and integratedpublic relation on ROPE system, namely, on increasing a model, implementation and its program. (artikel lebih lengkap click Download )