Sabtu, September 20, 2008

Pengembangan Program Pembangunan Perdesaan

Pengembangan Program Pembangunan Perdesaan
Oleh :
Agus Purbathin Hadi

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perdesaan (P3P)
Universitas Mataram

Disampaikan pada :
Workshop Nasional Perencanaan Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah Perdesaan

Desa memegang peranan yang strategis dalam proses pembangunan nasional, disamping karena sebagian besar rakyat Indonesia tinggal di perdesaan, juga karena pemerintahan desa merupakan lembaga pemerintahan otonom sejak sebelum berdirinya negara Republik Indonesia. Melalui pemerintahan desa, masyarakat desa mengatur dan mengurus rumah tangganya, sesuai kebutuhan dan budaya setempat. Akan tetapi, kebijakan pembangunan perdesaan yang dilaksanakan Pemerintah Orde Baru, mengakibatkan masyarakat desa dalam posisi marjinal, hanya menjadi pengikut dan obyek semata. Sebagian besar kebijakan Pemerintah bernuansa “top-down”, dominasi Pemerintah sangat tinggi, akibatnya antara lain banyak terjadi pembangunan yang tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat, tidak sesuai dengan potensi dan keunggulan desa, dan tidak banyak mempertimbangkan keunggulan dan kebutuhan lokal. Berbagai keputusan umumnya sudah diambil dari atas, dan sampai ke masyarakat dalam bentuk sosialisasi yang tidak bisa ditolak. Masyarakat hanya sekedar objek pembangunan yang harus memenuhi keinginan Pemerintah, belum menjadi subyek pembangunan, atau masyarakat belum ditempatkan pada posisi inisiator (sumber bertindak). Selengkapnya DOWNLOAD

MODEL DAN IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN PETANI-NELAYAN

MODEL DAN IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN PETANI-NELAYAN KECIL DENGAN METODOLOGI P4K

DI PROPINSI NUSA TENGGARA BARAT

THE MODEL AND IMPLEMENTATION OF SMALL FARMERS EMPOWERING WITH P4K METHODOLOGY IN WEST

NUSA TENGGARA PROVINCE

Oleh :

Agus Purbathin Hadi

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian

Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Abstrak

Proyek P4K merupakan suatu proyek pendidikan petani-nelayan kecil (PNK) dengan metoda pemberdayaan partisipatif berkelanjutan yang disebut Metodologi P4K. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan Proyek P4K dan implementasi Metodologi P4K dalam upaya pemberdayaan PNK di Propinsi NTB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa dari aspek ekonomi, penyaluran/pengembalian kredit serta usaha bersama kelompok telah berjalan baik, dan dampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan petani-nelayan kecil. Meskipun demikian, dari aspek penumbuhan, pembinaan dan keberlanjuta kelompok masih belum sesuai dengan prinsip-prinsip dan ruang lingkup pemberdayaan dalam Metodologi P4K.

Abstract

The P4K Project is empowering sustainable participation for small farmers by P4K Methodology. The aim of this research is to analyse the model and the implementation of P4K Methodology in West Nusa Tenggara Province. Based on economy aspect, The conclusion is the project outcome namely credit distribution/returning and business group has done well. Furthermore, the impact of it is able to increase the small farmers welfare. Even though, from the group developing, and sustainable still not appropriate yet with the P4K methodology principle. Selengkapnya DOWNLOAD

ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI

ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI PADA KELOMPOK WANITA TANI MEKARSARI KECAMATAN DRAMAGA KABUPATEN BOGOR

Oleh :

Agus Purbathin Hadi

Pembangunan pertanian di Indonesia sampai saat ini masih menggunakan pendekatan kelompok dalam penyelenggaraan proses komunikasi pembangunan. Meskipun banyak ditemukan kelemahan dalam proses penumbuhan dan pengembangan kelompok tani, pendekatan kelompok ini masih perlu dipertahankan dan ditingkatkan, karena melalui pendekatan ini penyebaran inovasi teknologi pertanian diharapkan lebih cepat, terarah dan terencana. Kelompok-kelompok tani ini dapat dikembangkan tidak hanya sekedar sebagai media komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, yaitu bagaimana mengembangkan kelompok menjadi sistem sosial yang dinamis, yang dengan kekuatannya sendiri dapat mencapai perkembangan, kemajuan diri, dan peningkatan kehidupan mereka.

Sebagai suatu kelompok kecil, dalam kelompok tani terjadi proses komunikasi antar individu anggota kelompok, dan terjadilah proses pertukaran pesan yang bersifat dyadic. Penelitian difusi menemukan bahwa orang-orang sering berkomunikasi dengan orang-orang lain yang memiliki karakteristik yang serupa. Hubungan komunikasi antar individu ini akan menghasilkan terbentuknya jaringan komunikasi dalam suatu kelompok. Jaringan komunikasi adalah penggambaran “how say to whom” (siapa berbicara kepada siapa) dalam suatu sistem sosial. Jaringan komunikasi menggambarkan komunikasi interpersonal, dimana terdapat pemuka-pemuka opini dan pengikut yang saling memiliki hubungan komunikasi pada suatu topik tertentu. Pemuka opini adalah orang yang mempengaruhi orang-orang lain secara teratur pada isu-isu tertentu. (Selengkapnya DOWNLOAD)

Jumat, September 19, 2008

RADIO KOMUNITAS SEBAGAI MEDIA PENYIARAN ALTERNATIF UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PERDESAAN

RADIO KOMUNITAS SEBAGAI MEDIA PENYIARAN ALTERNATIF UNTUK PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT PERDESAAN

THE COMMUNITY RADIO AS AN ALTERNATIVE BROADCAST MEDIA

FOR RURAL COMMUNITY EMPOWERMENT

Oleh :

Agus Purbathin Hadi

Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian

Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Abstrak

Lembaga penyiaran publik dan lembaga penyiaran swasta komersial kurang memberi perhatian terhadap kebutuhan komunikasi, informasi, pendidikan dan hiburan masyarakat perdesaan. Kegiatan penyuluhan pertanian yang selama ini menjadi wadah pemberdayaan masyarakat perdesaan saat ini juga kurang memberi dukungan kepada kebutuhan petani dan peranserta masyarakat. Lembaga penyiaran radio komunitas diharapkan dapat menjadi media penyiaran alternatif untuk pemberdayaan masyarakat perdesaan. Tulisan ini mencoba mengkaji berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan siaran radio komunitas.

Abstract

Public broadcast and commercial private Institution give less attention to communication needs, information, education and entertainment for rural community. Up till now,, due to agriculture extension activities which as a place for rural community empowerment still lack of support to the farmer needs and community participation. The community radio broadcast Institution is expected to become alternative broadcast media for rural community empowerment. This writing tries to analyze all aspects that related to the community radio broadcast managing. Download Article